Berdasarkan laporan Expedia Group “Unpack ’26” yang dirilis Oktober 2025, 91% traveler kini tertarik untuk menginap di atau dekat farmstay sebagai bagian dari tren “slow travel” yang sedang melonjak. Fenomena ini mencerminkan pergeseran besar dalam cara kita bepergian—dari mengejar destinasi populer yang ramai ke pengalaman pedesaan yang menenangkan dan autentik.
Jika Anda merasa jenuh dengan hiruk-pikuk kota besar dan mencari cara untuk benar-benar melepas penat, hidup pedesaan nyaman ala farmstay Eropa 2026 mungkin adalah jawaban yang Anda butuhkan. Artikel ini akan memandu Anda memahami mengapa farmstay Eropa kini menjadi pilihan utama traveler, bagaimana merencanakan pengalaman terbaik, dan apa saja yang bisa Anda harapkan dari gaya liburan yang lebih bermakna ini.
Mengapa Farmstay Eropa Menjadi Tren Besar 2026?

Berdasarkan data Grand View Research yang dipublikasikan pada 2024, pasar agritourism Eropa tumbuh pada CAGR 12,2% dari 2025 hingga 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan untuk pengalaman wisata berkelanjutan dan keinginan traveler untuk terhubung kembali dengan alam.
Eropa telah lama menjadi pusat agro-rural tourism, dengan Italia, Prancis, dan Spania memimpin sektor ini berkat warisan budaya, lanskap pedesaan yang menawan, dan dukungan pemerintah untuk program pengembangan pedesaan. Menurut laporan Future Market Insights Maret 2025, desa-desa bersejarah yang terpelihara dengan baik, praktik pertanian tradisional, dan fokus keberlanjutan telah menjadikan farmstay Eropa sangat menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Apa yang membuat farmstay berbeda dari hotel biasa?
Farmstay menawarkan pengalaman immersive di mana Anda tidak hanya menginap, tetapi juga berpartisipasi dalam kehidupan pedesaan—mulai dari memberi makan hewan ternak, memanen produk segar, hingga belajar memasak dengan bahan-bahan lokal farm-to-table. Ini bukan sekadar liburan, tetapi kesempatan untuk memperlambat ritme hidup dan mendapatkan perspektif baru.
Tren Slow Travel dan Dampaknya pada Pilihan Akomodasi

Menurut Euronews Travel yang melaporkan tren 2026 pada Januari 2026, tema pemersatu untuk travel tahun ini adalah “intention” atau niat. Traveler mencari destinasi unik dan pengalaman yang lebih lambat yang membuat mereka tidak hanya segar kembali, tetapi juga membawa pulang cerita bermakna.
Laporan dari Stayz menunjukkan bahwa penyebutan pengalaman terkait farm dalam ulasan tamu melonjak 300% year-on-year. Aktivitas farmstay populer mencakup hiking trails, interaksi dengan hewan (dari birdwatching hingga mengumpulkan telur), membaca, dan kerajinan tangan.
Mengapa generasi muda memilih farmstay?
Data dari Kampgrounds of America 2025 mengungkapkan bahwa Gen Z dan Millennials menyumbang 61% dari camper baru pada 2024, dengan Gen Z menjadi pembelanja harian tertinggi dengan rata-rata $266—hampir dua kali lipat dari baby boomers ($134). Generasi muda ini semakin memprioritaskan travel yang unik, berbasis pengalaman, dan liburan outdoor.
Destinasi Farmstay Terbaik di Eropa untuk 2026

Eropa menawarkan beragam pilihan farmstay yang disesuaikan dengan berbagai preferensi—dari vineyards di Toscana hingga peternakan organik di Austria. Berikut adalah beberapa negara yang patut dipertimbangkan:
Italia: Agriturismo dengan Cita Rasa Autentik
Italia telah lama menjadi pelopor dalam agriturismo, di mana farmstay terintegrasi dengan produksi makanan lokal dan wine. Berdasarkan laporan EPALE Eropa November 2025, Italia adalah salah satu dari lima negara konsorsium STAY project yang meneliti perkembangan agritourism di Eropa.
Program agriturismo Italia tidak hanya menawarkan akomodasi, tetapi juga pengalaman kuliner mendalam dengan bahan-bahan dari kebun dan peternakan langsung di properti tersebut. Anda bisa belajar membuat pasta dari nol, memetik zaitun, atau mengikuti wine tasting di vineyards yang sudah berusia ratusan tahun.
Austria: Urlaub am Bauernhof (Liburan di Peternakan)
Program “Urlaub am Bauernhof” Austria menawarkan lebih dari 3.400 farmstay di seluruh negara, menurut sumber Reid’s Guides. Austria dikenal dengan landscape pegunungannya yang spektakuler dan praktik pertanian organik yang kuat.
Farmstay Austria sering menyediakan akses ke aktivitas outdoor seperti hiking, mountain biking, dan ski di musim dingin, dikombinasikan dengan kehangatan hospitalitas keluarga Austria yang legendaris.
Prancis dan Spanyol: Wine Country dan Countryside Retreats
Wilayah wine country Prancis seperti Provence dan Bordeaux, serta daerah pedesaan Spanyol seperti Andalusia dan Catalunya, menawarkan farmstay yang menggabungkan relaksasi dengan eksplorasi gastronomi.
Berdasarkan laporan Agritourism Europe yang dipublikasikan pada 2024, kedua negara ini memiliki kerangka regulasi yang mendukung pengembangan agritourism berkelanjutan dan investasi dalam infrastruktur pedesaan.
Negara-Negara Lain yang Patut Dikunjungi
Portugal: Menawarkan farmstay dengan harga yang lebih terjangkau namun dengan pengalaman yang sama autentik, terutama di wilayah Alentejo dan Douro Valley.
Slovenia: Negara kecil yang kaya akan budaya pertanian tradisional dan landscape yang beragam—dari Alpen hingga pantai Adriatik.
Irlandia dan Skotlandia: Ideal untuk yang mencari pengalaman pedesaan dengan nuansa Celtic, complete dengan castle ruins dan rolling green hills.
Manfaat Kesehatan dan Wellness dari Farmstay Experience

Salah satu alasan utama mengapa farmstay semakin populer adalah dampak positifnya terhadap kesehatan mental dan fisik. Menurut laporan Wotif yang dikutip dalam tren 2026, 67% traveler Australia melaporkan merasa rileks, 54% merasa kurang stres, dan 52% merasa recharged setelah mengunjungi destinasi dengan pace yang lebih lambat.
Koneksi dengan Alam sebagai Terapi
Berdasarkan artikel Wander Magazine November 2025, “Farm Charm” tidak lagi menjadi niche—melainkan primary driver dari wellness travel. Rewilding projects menarik perhatian global, dan traveler muda kini reconnecting dengan berkebun, wildlife, dan ketenangan pedesaan.
“Being in nature and escaping to the countryside have become powerful antidotes to modern life,” tulis laporan tersebut, menekankan bahwa koneksi dengan alam bukan lagi optional wellness add-on, tetapi kebutuhan.
Aktivitas wellness yang bisa Anda lakukan di farmstay:
- Morning walks di antara ladang dan hutan
- Animal therapy melalui interaksi dengan hewan ternak
- Gardening workshops yang mengajarkan mindfulness melalui aktivitas berkebun
- Farm-to-table cooking classes yang mempromosikan pola makan sehat
- Digital detox dalam lingkungan tanpa distraksi teknologi
Mental Health Benefits dan Digital Detox
Menurut TravelPulse Januari 2026, wellness travel kini lebih fokus pada mental health dengan banyak retreat menghadirkan psychotherapists, somatic practitioners, atau trauma-informed facilitators. Program mencakup one-on-one sessions, small-group work, dan body-based therapies.
Farmstay menyediakan setting ideal untuk digital detox—Anda dapat melepaskan diri dari scrolling tanpa henti dan email work, dan sebaliknya fokus pada aktivitas yang grounding seperti memberi makan ayam, memetik sayuran, atau sekadar duduk di teras sambil menikmati sunrise.
Cara Memilih Farmstay yang Tepat untuk Kebutuhan Anda

Dengan ribuan pilihan farmstay di seluruh Eropa, memilih yang tepat bisa terasa overwhelming. Berikut adalah faktor-faktor yang perlu Anda pertimbangkan:
Tentukan Jenis Pengalaman yang Anda Inginkan
Apakah Anda mencari:
- Hands-on agricultural experience: Farmstay yang menawarkan partisipasi aktif dalam kegiatan pertanian seperti memerah susu, memanen, atau merawat hewan
- Wine & culinary focus: Agriturismo yang berfokus pada wine tasting, cooking classes, dan farm-to-table dining
- Pure relaxation: Countryside retreat dengan minimal aktivitas wajib, lebih fokus pada ketenangan dan wellness
- Family-friendly: Farmstay dengan program untuk anak-anak seperti pony riding, collecting eggs, atau educational tours
Pertimbangkan Lokasi dan Aksesibilitas
Beberapa farmstay terletak jauh dari kota besar dan memerlukan mobil rental, sementara yang lain bisa diakses dengan public transport. Pertimbangkan:
- Jarak dari airport atau train station terdekat
- Ketersediaan public transport vs kebutuhan untuk rental car
- Proximitas ke small towns untuk daily necessities atau dining alternatif
- Landscape preferences (mountains, countryside, coastal areas)
Evaluasi Fasilitas dan Amenities
Tidak semua farmstay sama—beberapa menawarkan luxury amenities seperti spa dan heated pool, sementara yang lain lebih rustic dan basic. Periksa:
- Tipe kamar (private room, shared bathroom, atau entire cottage)
- Meal inclusions (breakfast only, half-board, atau full-board)
- On-site activities dan workshop yang disediakan
- WiFi availability (penting jika Anda masih perlu occasional work access)
- Pet-friendly policy jika Anda berencana membawa hewan peliharaan
Cek Review dan Reputasi
Gunakan platform booking seperti:
- Airbnb dan Vrbo: Untuk farmstay dengan ulasan detail dari tamu sebelumnya
- Booking.com: Banyak farmstay Eropa listed di sini dengan verified reviews
- Specialized platforms: Seperti Farm Stay UK (farmstayuk.co.uk) untuk Inggris, atau Urlaub am Bauernhof (farmholidays.com) untuk Austria
Baca ulasan dengan fokus pada cleanliness, host hospitality, accuracy of listing description, dan overall experience quality.
Baca Juga 5 Destinasi Slow Travel Asia Terbaik 2026
Tips Praktis untuk Pengalaman Farmstay yang Optimal
Packing Essentials untuk Farmstay
Farmstay membutuhkan packing yang sedikit berbeda dari city hotel:
- Practical clothing: Bawa sepatu hiking atau boots yang nyaman, karena Anda akan banyak berjalan di terrain yang tidak selalu mulus
- Layered clothing: Cuaca pedesaan bisa berubah drastis dari pagi ke malam
- Sunscreen dan insect repellent: Anda akan menghabiskan banyak waktu outdoor
- Reusable water bottle: Banyak farmstay memiliki air minum dari well atau spring yang segar
- Light backpack: Untuk day trips atau hiking di sekitar area
Etiquette dan Ekspektasi
Beberapa hal penting untuk diingat:
- Farmstay adalah working farms—hormati jadwal kerja host dan jangan mengganggu operasional farm tanpa izin
- Ikuti safety instructions terutama saat berinteraksi dengan hewan atau menggunakan farm equipment
- Banyak farmstay adalah family-run businesses—treat your hosts dengan respect dan appreciation
- Bersiaplah untuk early mornings jika Anda ingin berpartisipasi dalam morning farm activities
- Beberapa farmstay memiliki minimal stay requirements (3-7 malam)—periksa sebelum booking
Maksimalkan Pengalaman Local Culture
- Learn basic phrases dalam bahasa lokal—host sangat appreciate effort Anda
- Participate in meal times jika disediakan communal dining—ini kesempatan emas untuk berinteraksi dengan host dan tamu lain
- Ask questions tentang farming practices, local history, dan recommendations untuk exploring the area
- Support local economy dengan membeli produk farm langsung dari host atau mengunjungi farmers markets terdekat
Budget Planning
Farmstay Eropa sangat bervariasi dalam harga:
- Budget range (€40-€70/malam): Farmstay basic dengan shared facilities, sering di Eastern Europe atau rural areas
- Mid-range (€70-€150/malam): Private rooms dengan breakfast, decent amenities, populer di Austria, France, Spain
- Luxury agriturismo (€150-€300+/malam): High-end properties dengan spa, gourmet dining, extensive activities—biasa ditemukan di Tuscany, Provence, dll
Selain accommodation, budget untuk:
- Meals jika tidak included (€25-€50/hari untuk farm-to-table quality)
- Activities and workshops (€10-€50 per activity)
- Transportation (car rental €30-€70/hari atau train/bus tickets)
- Occasional dining out di nearby towns
Tren Farmstay 2026: Apa yang Baru?
Integrasi Teknologi dengan Tradisi
Meskipun farmstay identik dengan back-to-basics, banyak yang kini mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan guest experience tanpa mengorbankan authenticity:
- Online booking platforms yang user-friendly memudahkan discovery dan reservation
- Virtual farm tours sebelum booking untuk preview property
- QR-code based information tentang farm history, local attractions, dan activity schedules
- Digital payment options untuk on-site purchases
Menurut laporan Future Market Insights Maret 2025, in-person QR-code-based instant booking dan on-site digital payment options telah meningkatkan convenience dan seamless tourism experience customization.
Sustainability dan Regenerative Agriculture
Eropa memimpin dalam sustainable tourism practices, dan farmstay tidak terkecuali. Berdasarkan Common Agricultural Policy (CAP) 2023-2027 yang dikutip dalam laporan Farmonaut November 2025, kebijakan fokus pada climate, soil health, biodiversity, dan reduced emissions.
Farmstay sustainable practices yang semakin umum:
- Solar panels dan renewable energy installations
- Organic farming tanpa pestisida kimia
- Composting dan waste reduction programs
- Rainwater harvesting systems
- Biodiversity conservation melalui pollinator-friendly practices
Traveler yang environmentally conscious kini bisa memilih farmstay berdasarkan sustainability credentials mereka.
Wellness Programs dan Retreat-Style Offerings
Batas antara farmstay tradisional dan wellness retreat semakin blur. Menurut Health Travel Desember 2025, wellness travel 2026 berfokus pada living intentionally, connecting authentically, dan embracing holistic practices.
Beberapa farmstay kini menawarkan:
- Yoga and meditation sessions di outdoor settings
- Sound healing dan moon gatherings untuk spiritual wellness
- Nutritional workshops dengan focus pada organic, farm-fresh ingredients
- Mindfulness activities seperti gardening therapy, animal-assisted therapy
- Detox programs yang combine clean eating dengan physical activities
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Hidup Pedesaan Nyaman ala Farmstay Eropa 2026
1. Apakah farmstay cocok untuk keluarga dengan anak kecil?
Ya, banyak farmstay Eropa sangat family-friendly dan menawarkan pengalaman edukatif yang sempurna untuk anak-anak. Berdasarkan data industri, aktivitas seperti memberi makan hewan, mengumpulkan telur, dan pony riding adalah favorites di kalangan keluarga. Pastikan untuk memilih farmstay yang explicitly menyebutkan family-friendly facilities dan children’s activities.
2. Berapa lama minimal stay yang ideal untuk farmstay?
Berdasarkan pengalaman traveler yang direview di berbagai platform, minimal 3-4 malam direkomendasikan untuk benar-benar merasakan slow travel experience dan berpartisipasi dalam berbagai farm activities. Namun, jika Anda mencari deep relaxation dan detox, 7 malam atau lebih akan memberikan hasil yang lebih optimal untuk mental dan physical wellness.
3. Apakah saya harus memiliki pengalaman pertanian sebelumnya?
Tidak sama sekali. Mayoritas farmstay di Eropa dirancang untuk urban dwellers yang tidak memiliki background pertanian. Host biasanya sangat sabar dalam mengajarkan dasar-dasar dan ensuring guest safety. Yang penting adalah attitude willingness to learn dan respect untuk farm environment.
4. Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi farmstay Eropa?
Setiap musim menawarkan pengalaman berbeda. Spring (April-Juni) ideal untuk melihat baby animals dan flowering fields. Summer (Juli-Agustus) paling ramai tetapi menawarkan weather terbaik untuk outdoor activities. Autumn (September-Oktober) sempurna untuk harvest season dan wine country visits. Winter (November-Maret) lebih sepi dan cocok untuk yang mencari pure tranquility, terutama di mountain farmstays dengan snow scenery.
5. Bagaimana jika saya vegetarian atau memiliki dietary restrictions?
Sebagian besar farmstay Eropa sangat akomodatif terhadap dietary needs, terutama mengingat banyak yang mengkhususkan diri pada organic dan vegetarian cuisine. Namun, penting untuk mengkomunikasikan dietary requirements Anda saat booking agar host bisa prepare accordingly. Farm-to-table dining biasanya sangat fresh dan customizable.
6. Apakah farmstay aman untuk solo travelers, terutama wanita?
Ya, farmstay umumnya sangat aman untuk solo travelers. Menurut tren Backroads 2026 yang dipublikasikan Desember 2025, ada peningkatan signifikan dalam solo travel, terutama di kalangan women over 50, didorong oleh desire for empowerment dan community. Banyak farmstay memiliki communal spaces yang memfasilitasi interaction dengan tamu lain, creating a sense of community yang reassuring untuk solo travelers.
7. Apakah ada farmstay yang menerima volunteer/work exchange?
Ya, platform seperti Worldpackers dan Workaway (workaway.info) menawarkan opportunities untuk volunteer di farmstay Eropa dalam exchange untuk accommodation dan meals. Ini opsi bagus jika Anda ingin extended stay dengan budget minimal dan deeper immersion dalam farm life. Typical commitments berkisar 4-6 jam work per hari dengan 1-2 hari off per minggu.
Mengapa 2026 adalah Tahun Tepat untuk Farmstay Experience
Berdasarkan semua data dan tren yang telah kita bahas, hidup pedesaan nyaman ala farmstay Eropa 2026 bukan hanya tentang liburan—ini tentang lifestyle shift menuju intentional living, wellness prioritization, dan meaningful connections.
Recap poin-poin utama:
- Pertumbuhan industri agritourism Eropa pada CAGR 12,2% menunjukkan bahwa ini bukan trend sesaat, tetapi pergeseran fundamental dalam travel preferences
- 91% traveler tertarik pada farm experiences, mencerminkan collective desire untuk escape dari urban stress dan reconnect dengan nature
- Farmstay menawarkan proven wellness benefits—67% merasa relaxed, 54% kurang stres, dan 52% recharged setelah slow-paced countryside getaways
- Diversity pilihan memungkinkan setiap traveler menemukan farmstay yang sesuai dengan budget, preferences, dan travel goals mereka
- Sustainability focus di farmstay Eropa align dengan growing environmental consciousness di kalangan travelers
Jika Anda merasa jenuh dengan fast-paced urban life, overwhelmed oleh digital overload, atau simply mencari travel experience yang lebih meaningful—farmstay Eropa 2026 menawarkan perfect antidote. Ini kesempatan untuk slow down, breathe deeply, dan discover simple pleasures yang sering terlupakan dalam kesibukan modern life.
Siap untuk merencanakan farmstay adventure Anda?
Mulailah dengan research destinasi yang resonates dengan interests Anda, baca reviews dari past guests, dan jangan ragu untuk communicate dengan hosts tentang expectations dan questions. Remember, farmstay bukan tentang luxury amenities atau ticking off tourist attractions—it’s about immersion, connection, dan creating memories yang akan membawa positive impact long after you return home.
Kami ingin mendengar pengalaman Anda! Jika Anda pernah menginap di farmstay atau berencana mencobanya di 2026, share stories atau questions Anda di comments. Mari kita build community of conscious travelers yang appreciate slow, meaningful, dan sustainable travel experiences.
Artikel ini ditulis berdasarkan extensive research dari verified sources termasuk Expedia Group “Unpack ’26” report, Grand View Research industry analysis, Euronews Travel insights, dan multiple academic publications on European agritourism development. Penulis memiliki passion untuk sustainable travel dan countryside living, dengan commitment untuk providing fact-based, actionable information for conscious travelers.
Sumber Referensi:
- Expedia Group. (2025). “Unpack ’26: Farm stays and heritage hotels shaping European travel“. Euronews.
- Grand View Research. (2024). “Agritourism Market Size & Outlook, 2030“.
- Farmonaut. (2025). “Agriculture Jobs Europe 2026: Trends & Innovations”.
- IMARC Group. “Agritourism Market Size, Share and Statistics Report, 2033“.
- Future Market Insights. (2025). “Agro-Rural Tourism Market Share, Trend & Forecast 2025-2035“.
- CNBC. (2026). “Why ‘slow travel’ is about to be 2026’s biggest vacation trend“.
- Wander Magazine. (2025). “Nostalgia, Nature, Quiet Luxury: Why 2026 Travel Trends Feel Like Coming Home“.
- TravelPulse. (2026). “Travel Trends Redefining Wellness in 2026“.
- Health Travel. (2025). “Wellness Trends for 2026“.
- EPALE Europa. (2025). “Agritourism in Europe: A Comparative Summary of Five National Reports“.
